twitter

Showing posts with label Theater. Show all posts
Showing posts with label Theater. Show all posts



Theater: Memahami Manusia

Jadi Orang Bali - 2010 

Ada keunikan tersendiri yang ku dapatkan selama berlaga di dunia perteateran kampus, selain nilai-nilai kehidupan yang sudah kujabarkan di tulisanku sebelumnya #teater: belajar kehidupan! ada satu lagi ni yang mungkin menjadi sesuatu yang unik untuk disimak, apa itu? teater mengajarkan ku menjadi manusia yang lebih memahami manusia.

Kok bisa? bukankah selama ini proses ini sudah ku jalani selama bergaul dalam kehidupan bermasyarakat? dunia per-sma-an, sampai perkuliahan? Beda! proses yang ku jalani selama ini hanyalah melihat sisi luar dari manusia * orang lain, sisi luar maksudnya, yang ku tahu hanyalah sifar dasar mereka, profesi mereka tanpa mengetahui secara dalam bagaimana emosi setiap detik yang mereka kerjakan dan pikirkan.


Passion
Teater, dunia seni peran ini, akan selalu menyimpan kisah tersendiri di hati pencintanya, teater memberikan gambaran kecil dari potret kehidupan besar manusia di atas panggung.

Teater yang dikenal masyarakat saat ini mungkin identik dengan pemainnya yang #maaf,kotor, asap rokok yang mengepul, orangnya yang sangat serius, rambut gondrong kurang terurus dan lainnya, namun dibalik itu semua banyak sekali pelajaran yang akan didapatkan ketika seseorang terjun dalam dunia perteateran.

selama 3 tahun lebih mengabdikan diri di dunia perteateran Kampus UI, yaitu Teater UI, ada beberapa nilai yang begitu kental kudapatkan. teater mengajarkan ku menjadi manusia yang lebih memahami manusia *ceritberikutnya! dan diantara berbagai nilai yang kupelajari berikut kucoba uraikan sedikit nilai yang kudapati :
1. Konsistensi
Seperti apasih teater mengajarkan kami*( baca pemain teater) dalam hal kosnsistensi? the answer is not really hard to find. ketika akan menampilkan suatu pertunjukan tentunya kami akan membawakan sebuah naskah yang mengatur cerita, tiap adegan, dialog dan karakter yang akan dipertunjukan. nah, setiap pemain yang ikut dipementasan pastinya akan mendapatkan peran yang memiliki karakter khas yang harus dia ciptakan sesuai dengan arahan naskah maupun sutradara. Peran yang sudah kami dharuslah dipegang erat! konsisten selama pementasan berlangsung. karakter yang sudah sesuai dengan arahan sutradara dan naskah, harus bisa kami pertahankan selama pementasan. intinya konsisten dengan peran dan karakter. misalnya saja tokoh A dalam naskah memiliki karakter tegas dan berbicara menggunakan logat batak, maka dia harus bisa mempertahankan karakter ini, akan menjadi masalah besar jika si pemain malah menjadi orang minang saat dipanggung, permainan bisa berantakan.
Reading 

2. Bertanggung Jawab
bertanggung jawab, yap, dalam berbagai hal setiap pemain harus bertanggung jawab atas: hafalan naskah, karakter yang diemban, pengadeganan, team, properti yang dia pakai, kostum dan banyak lainnya. bisa dibayangkan apabila seorang actor, actress tidak bertangung jawab dengan hal yang kutulis di atas, mau dibawa kemana pemantasan? pemain masih belum hafal naskahnya H-1 pementasan?? u know what? this is hell. pemain lupa dimana properti yang harus dia pakai ketika pementasan? worst! apalagi malah bermain tidak sesuai dengan karakter yang sudah dilatih! konsisten seperti nilai pertama, if it's happen! the director will yell at u! never,say u want it! bertanggung jawablah kepada dirimu, dan team mu, karena itu akan menyelamatkan pementasan

3. Teamwork
Pementasan atau pertunjukan it's all about teamwork! because u don't play the script alone!. ya, setiap peran yang muncul dalam naskah memiliki keterkaitan satu sama lain, hubungan ini yang akan memunculkan konflik, memunculkan emosi satu sama lain. apabila teamwork ini tidak ada, maka pementasan akan terasa hambar karena apa? rasa! chemistry setiap pemain akan mempengaruhi berat atau ringannya cerita bagi penonton, dengan chemistry yang baik antara satu pemain dengan yang lain, jika teamwork sudah terbangun maka pementasan akan terasa mengalir dengan indah. cintai team mu ketika ingin bermain teater, kalo ngak! jangan main! hehe
Me

4. Empati
ini adalah inti dari hubungan yang harus ditumbuhkan dalam diri setiap actor  dalam setiap pementasa. empati! merasakan apa yang dirasakan oleh pemain lain, baik di dalam panggung ataupun diluar panggung. jangan merasa egois! jangan sampai muncul kata-kata! Gw adalah pemeran utama, dan gw paling hebat! ngapain harus memperhatikan pemain kecil?! All of those thought are wrong!, dalam teater tidak ada yang namanya pemain figuran *pemain yang hanya tampil beberapa menit saja. yang ada adalah main actor and supporting actor. even, karakter kita hanyalah sebagai pejalan kaki di suatu babak, maka status kita bukanlah pemain figuran! karena jika pejalan kaki yang kita mainkan tidak maksimal, maka pementasan akan jelek. maka empati adalah nilai yang harus ditanamkan oleh setiap actor yang bermain dalam teater. contoh lainnya dalam berempati adalah sabar dalam bermain, jangan mendahului atau menginterupsi permainan teman main kita, karena apa itu akan mengganggu konsentrasi, emosi dan rasa dari temankita. berikanlah pemain lain kesempatan untuk menyelesaikan adegan yang dia mainkan dan berikan fokus perhatian padanya, dengan begitu kita membantu penonton untuk memfokuskan diri untuk melihat permainan yang dia lakukan. Empati

Masih banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa didapatkan dalam berteater, kedisiplinan, tenggang rasa, pengorbanan. dan lainnya.

Aku tahu di bidanglainpun nilai-nilai ini akan bisa kita dapatkan, namun sebagai seorang pelaku teater hal ini lah yang ku dapat selama berkecimpung didalamnya.

:):):) yuk main teater!


Kostan tercinta! disaat kepala ini sungguh pusing  menulis tugas akhir kelas investigasi kecelakaan, dan ku alihkan dengan blog!:)
Senin, 17 desember 2012