twitter

Showing posts with label Sahabat. Show all posts
Showing posts with label Sahabat. Show all posts

HK “ As you Wish”


Best Friend

This is a story about one of the best person in my life, one of the best buddy that i have, the one that i care more than my self, seseorang yang dari kata teman telah menjadi sahabat, saudara. Here I present to you all His name is Husnul Khalid ( handsome number 3.red)
Where should i start the story about him? Mmm let’s go back from the first time i met him!.
Waktu itu 2005 di sebuah sekolah menengah atas yang bertempat di tepi danau maninjau, berdirilah boarding school yang menginjak tahun kedua proses pemelajaran.  Angkatan tahun 2005 berjumlah 60 orang, dan sebagai generasi ke 2 kami masih mengikuti jejak angkatan pertama yaitu sekolah hanya menerima murid laki-laki. Okay, I was in the class B at the first year, and HK was in class C. During my freshman year i was prety close with other student in class C but not with this man.
I will give the title  “ a nigh playing tennis table” sebagai momen mengenal anak yang satu ini. Jadi waktu itu kami di asrama sedang menggandrungi permainan bola pingpong, but this is not like real tennis table. Permainan ini kami lakukan di lantai kamar, raket pingpong nya adalah sandal jepit, net nya adalah tongkat sapu yang di taroh di atas tumpulkan sandal, hahaha it was so amazing back then. At that night i played in HK room, at first i just stop by to say hi to his room mate where at that time his room mate is one of my close friend. Okay, HK was playing with nugroho and i watched them play. I don’t clearly remember but it was turn out that i play tennis table againt him. Yap gw dan HK akhirnya bertemu di lantai pingpong. Malam yang cukup panjang saat semua teman kamar nya sudah mulai terlelap dan sampai mengeluarkan bunyi dengkuran gw sama si khalid masih asyik bermain pingpong. Permainan berakhir pukul 2 pagi dan gw pun balik ke kamar untuk tidur. I don’t have any feeling that this crazy man will gonna be my best friend in the future. First imprestion i don’t think i can get along really well with him.



Our Story


Our Story

Masih kah kau ingat
Saat kita berbagi rasa kasih
Dalam kata "Sahabat"
Yang menghiasi masa abu-abu

Dulu...Teman tuk berbagi
Dulu...Teman tuk menangis
Dulu...Teman tuk tertawa

Sahabat! Kini kitasaling menjauh
Katup magnet kita tak lagi beda
Kata sahabat hilang lah sirna

Oh sahabat this is our story

Satu pinta, satu harap
Walau kisah tak berbuah pelangi
Tetap jaga kenangan ini
Di relung hati


Rome International Festival
Gue ( Puik) - Nefid ( G'x ) - Nugroho ( OO )

Sahabat: Trio Pandeka


Trio Pandeka, bukan trio macan, trio kwek-kwek. haha, hanya sebutan saya saja. Kali ini I will tell u about My Soul Friends, The two that share alot of emotions, experiences with me.

Komposisi Trio Pandeka

1. Syaweli Saputra ( Call me Puik ) : Tetua, Paling Imut ( hahaha ), Paling di Bulli, Best and Main Dancer, Vocal.
2. Nugroho ( baca OO : ow ow ) : Paling Pintar ( bener nggak ya?), English Expert, Guitarist, 
3. Ruddi Nefid ( G'x : gaek ) : Wajah Trio Pandeka, Tallest, Youngest, Silat Expert. Lead Vocal, 

Itulah posisi dalam team ini. hahaha 

Enggak Usah formal-formal lah ya, oke gue akan jabarin tentang trio ini.

Flashback >>>>>  2005 SMA N Agam Cendekia! haha 8 tahun yg lalu ya?! hahaha masa-masa muda!

gue kenal G'x ketika awal masuk Asrama, bulan mei tgl 18 2005 ( kalo nggak salah ) masuk cendekia, dan gue kenal nefid hari itu juga, karena gue sekamar dengan anak satu ini. dan pandangan pertama? ni anak kayaknya pintar, tegas, dan susah dideketin. poin satu dua benar, tapi poin ke 3 salah, ternyata G'x orangnya easy going, dan cukup gila gue bilang.

Oo, kalau ni anak gue kenal karena sering ledek awalnya, dia beda kelas dengan gue, tapi karena kita cuma 60 orang seangkatan dan satu asrama otomatis cepat kenal satu sama lain. well, dia di kelas C dan gue, G'x di kelas B. berhubung kelas 1 gue lebih sering main ke kelas C ( gw cukup takut ke kelas A waktu kelas 1, seram ) maka gue kenal lah dia. olok-olokan nya adalah, dia manggil gue "syaweni" karena gue anaknya terlalu hiper aktif, mencak sana mencak sini dan suka nari nggak jelas, and gue nggak mau kalah dan gue panggil lah dia 'Nuggraaini" hahaha. pandangan pertama: Cerdas, pintarnya minta ampun, kutu buku, orang sukses. Well, i think all of it are correct.


Bergaya Ala Duo Nasyid Dengan si Awang waktu kelas 3 SMA

Sahabat: Awang! Si Orang Gila

Nama Asli: Dedi Setiawan
Pangilan dari Gue : Awang!
Nama Beken Sekarang : Setiawan Cogah!


Awang si orang gila. haha sahabat yang  ini memang gila, kalau ada orang yang mengaku punya sahabat yang gokil, stress, labil, galau dan lainnya boleh di adu , All hands down, he is the winner!  hahaha. ya sahabat paling gila yang gue punya

Kalau gue bilang, jika  sudah kumpul bareng dia maka sisi kegilaan gue juga akan memuncak, bahkan semakin gila dan tak terbendung! COMBO-CRAZY! hahaha. 

Satu hal yang menurut gue membuat dia jadi spesial, yaitu seakan ada telepati antara gue dan dia, lewat tatapan mata saja, kami sudah terpingkal-pingkal tertawa, entah apa yang ada dalam otak, tapi kami nyambung.

Gue kenal dia sejak semester 2 di SMA, ini orang gila pindahan dari SMA lain menggantikan teman sedaerah dia yg harus terpaksa meninggalkan SMA gue. Belagaknya minta ampun, awal masuk gaya nya sungguh alim, berbaju koko dan berlaku seperti anak desa alim yang baru masuk kota! cupu hahaha, tapi melangaknya ya allah, juara ini lah, juara pidato lah dan lalala. oke #gue biasa aja tu! hahaha. dan di tambah gaya sok inggris nya besok paginya. Setiap pagi di sekolah gue ada yang namanya Morning Review ( belajar praktik bahasa ingris ) dan gaya ni anak selangit, tapi waktu itu gue tertantang untuk lebih baik dari dia, haha dan gue berhasil hahaha



Sahabat: Amor


Hatiku kian membuncah selama 2 hari ini, nama-nama sahabat mengalir satu persatu dan ketika nama Amor muncul aliran rasa berhenti sejenak dan pikiran melayang ke masa-masa SMA. Seorang sahabat : AMOR

Ah, ego ku kian tinggi dan menghalangi pikir serta tangan untuk menuliskan sosok ini, berat! karena antara Amor dan diriku terlalu banyak menyimpan kenangan manis yang berakhir tragis ( hiperbola saja), tapi sampai kini hati tetap tak bisa  berbohong bahwa ia salah seorang yang memiliki pengaruh dalam hidupku.

Amor, just a nick name , sebuah nama panggilan yang kuberikan pada seorang teman se masa SMA. 3 tahun hidup di SMA yang berasrama telah mengukir berbagai macam memori yang tak terlupakan, khususnya keakraban yang tercipta dengan anak satu ini.


Teruntuk saudara seperjuanganku


Hampir empat tahun melalang buana kehidupan kampus, langkah ini goyang, mata ini nanar, pikiran dan hati ini sering terombang ambing. namun dengan adanya kalian saudaraku, langkah ini kuat, karena kita saling menjaga, melengkapi dan saling menasihati

kini, sudah tibakah kita di-akhir perjalanan kampus? akhir -akhir ini, entah kenapa hati ini merindukan kebersamaan kita, saling melepas penat dengan tawa renyah! kesibukan mahasiswa tahun akhir telah menyita waktu-waktu kita untuk saling bertemu, bahkan untuk bercengkerama!

saudaraku
perjalanan empat tahun ini perjalanan yang sangat berarti, dan engkau adalah pemberian Allah yang tak ternilai, betapa beruntungnya aku mendapatkan saudara seperti kalian, ukhuwah ini begitu indah.

saudaraku, hati ini telah berpadu dalam dekapan ukhuwah yang kekal, bahkan ku selalu berdoa pada Sang Maha Cinta agar Ukhuwah kita ini akan tetap terasa di Keabadian!

saudaraku
aku rindu masa-masa dimana kita berjalan bersama, makan bersama, melepas penat dari kehidupan kampus yang melelahkan

Saudaraku
aku baru saja membaca tulisan
ia mengatakan" ukhuwah persaudaraan ini ibarat seutas tasbih, ada awal tapi tak ada ujungnya, ia diciptakan untuk mengingat AsmaNya, melafazkan indahnya dzikir-dzikir! dan kata-kata itu benar adanya

saudaraku
salahkah aku? tegur jika ia, apakah amanah-amanah yang ku emban sekarang telah mendzalimi kalian? membuatku lupa pada saudara-saudaraku? melupakan hak-hak kalian semua untuk ditunaikan? jika ia maafkan saudaramu ini.

saudaraku
kita semua tahu, bukan kan sesama muslim itu bersaudara?! dia ibarat satu tubuh jika satu anggota badan sakit, maka sakit lah semuanya. begitu juga dengan rasa ini. kebahagiaan kalian adalah semangat yang tak terbendung, melihat senyum ikhlas yang terpancar dari wajah-wajah kalian membuat hari-hari terasa ringan, dan selalu berbahagialah saudaraku

saudaraku
pun, tatap muka tak sebanyak waktu - waktu kemarin  namun nama-nama kalian selalu menghiasi relung pikir dan hati, karena kalian berarti

dan saudaraku
tak bosan ku ucap padamu
dalam dekapan ukhuwah ini aku tenang

AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH

kostan tercinta
26 Des 2012



Akhirnya, setelah sekian lama, mmm lebih kurang 4 tahun memendam hasrat untuk menuliskan cerita ini, dan kali ini ku kuatkan hati untuk menuliskan kisah yang ku sesali dan akan ku ingat sampai................, kapan? I don’t know.

Here the story goes. Waktu itu aku menginjak awal tahun terakhir di SMA, sebut saja SMA Ceria. SMA ceria adalah salah satu SMA terbaik di daerah ku berasal, dengan konsep boarding school, selama 3 tahun ku habiskan masa ber-SMA disana. Begitu banyak cerita yang terukir, begitu banyak memori yang tak kan terlupakan. Oke back to fokus. Menginjak tahun ketiga, mmm sangat bersemangat tentunya.
Cerita dimulai. Saat itu adalah awal masuk tahun ajaran baru, aku dan seluruh siswa kembali masuk ke asrama tercinta, dengan semangat membara untuk menamatkan pendidikan terakhir disana, dan yang pasti semangat untuk melepas “taragak” ( rindu.red ) dengan teman-temanku. Oke. Aku mempunyai teman dekat yang selama satu tahun kebelakang menjadi sahabat, menjadi teman se-permainan  ke mushala bareng, bermain musik bareng, dan yah, curhat bareng. Lupa, aku adalah angkatan ke-2 di SMA Ceria dan kami satu angkatan tidak memiliki siswa cewek. Sebut saja namanya Omar ( samaran. Red ) hahha. Yap. Teman dekatku.

Awal masuk asrama, kami langsung berbondong ke mading di tengah asrama, untuk melihat kamar baru manakah yang menjadi tempat baru kami. Dan ternyata, kamar 10, dan kau tahu apa, aku sekamar dengan Omar. Huf, sebenarnya aku tak ingin sekamar dengan Omar.Baiklah sekamar, dan tugas awal kami adalah gotong royong membersihkan kebun di halaman depan asrama sesuai dengan nomer kamar. Aku masih bercanda dengan Omar, masih bisa bergitar dan bernyanyi sembari membersihkan taman kami. Kami sekamar berempat orang.

Setelah gotong royong, di mulailah tragedi “TANGO”. Sudah suatu kebiasaan kami, setelah berlibur saling berbagi makanan. Nah saat itu aku mendapat makanan terakhir dari salah satu teman, dengan bergulat terlebih dahulu untuk mendapatkannya, hahaha , aku kangen saat-saat itu. Aku kembali ke kamar dan kudapati Omar sedang duduk di bangku belajar. Iseng akupun memanas-manasi Omar dengan makanan yang kudapat. “Mmmmm enak sekali omar, huekk” dan memakan dengan nikmat nya. Omar tak mau kalah, dengan tampang tak kalah serunya, dia berkta “ oke, ngak masalah, gw ada makanan juga” dan Tango Vanillapun keluar dari lemari Omar. Makanan kesukaan kami berdua, ya kesukaan ku dan Omar. Dan sebaliknya, sekarang Omar yang memanas-manasiku, dengan tampang penuh kemenangan dan senyum jahilnya, dia memanggil teman-teman yang lain, sambil tiduran di tempat tidurnya, mereka memakan tango dengan lahapnya, dan tinggallah aku sendiri hanya menelan ludah sendiri. Dan aku pura-pura ngambek, langsung pura-pura tidur di tempat tidurku, berseberangan dengan tempat tidur Omar. Mereka tetap tertawa sambil makan dan still memanas-manasiku. Omar masih tetep sahabat terbaikku, dan dengan segera dia menyisihkan tango untukku. Temanku yang lain, si cawan, mulai semakin menjadi, dia langsung berbuat jahil, mengambil tango, dan menyuruhku untuk memakannya, dan dengan egoku, aku hanya memakan sedikit saja dan meletakkan di samping bantalku,’’ masih ngambek, pura ku”. Tango yang disisihkan Omar di tarohnya di sampingku, masalah mulai datang tak kala teman sebelah kamarku datang berkunjung, dan melihat tango tadi, diapun meminta ijin untuk memakan nya, dan aku berikan. Dan tinggal lah secuil tango yang tadi ku makan, yang disisihkan Omar di makan semua oleh Arfal. Permasalahn muncul, Omar melihat hal itu, dan baru akhir-akhir ini aku sadari, sifat melankolis yang dimiliki Omar. Omar marah karena merasa tidak dihargai atas apa yang dia berikan kepadaku. Tango itu dia sisihkan untuk ku, dan aku memberikan kepada orang lain tanpa menyicipinya, itu yang Omar rasakan pastinya. Perasaan nya terluka, sahabat terdekatnya tidak menghargai pemberiannya, tapi Omar tidak tahu bahwa aku mencicipi tango itu kok, yang tadi ku taroh di samping bantalku.

Sejak saat itu tidak ada lagi sapaan yang diberikan Omar kepadaku, dan sebaliknya, aku juga, satu tahun persahabatan yang sangat erat, hancur berkeping-keping, mungkin kemarahan Omar sebegitu besarnya. Salahnya aku adalah dengan bersikap egois juga, yang kupikirkan, ya sudah, kalo ngak mau nyapa! Ya gw juga enggak sapa. Berimbas sampai sekarang kisah tango ini, di kelas yang awalnya Omar duduk di belakangku, langsung berpindah tempat, yang biasanya jika ke mesjid dia pasti menungguku, kalau berolah raga pasti berantem dan saling ledek, hilang tak berbekas, melirik saja mungkin tidak.

Satu hal lagi, satu tahun itu, masih ingat di atas? Aku dan Omar sekamar! Ya, no talking, so seeing each other. Untuk berkomunikasi saja sangat susah, ego ku dan dia sama-sama tinggi nya. Yang lucunya, untuk berkomunikasi kami memakai surat yang diselipkan dibawah bantal. Hahahaha dasar anak SMA,ya. Ketika ulang tahun Omar, ku selipkan kata selamat lewat surat, dan balasannya pun lewat surat. Aneh.....dasar anak SMA.

Bayangkan saja, sudah saling meminta maaf di dua momen yang tidak biasa, sebelum ramadhan dan awal masuk sehabis idul fitri, mungkin perasaan marah sudah hilang, tapi ego untuk mulai menyapa seperti masa –masa kelas dua sangat sulit terulang. Setahun sekamar, tapi saling mengasingkan. Hhahaha, bahkan teman sekelasku, sudah mengatur banyak hal agar kami dapat kembali menjadi sahabat seperti sebelumnya, mereka tahu permasalahan kami, namun ego ini masih kuat, aku dan Omar sudah seperti Air dan Minyak, mungkin. Olok-olokan teman-temanpun sering terdengar, haha olok-olokkan agar kami kembali bersatu kembali ( memangnya apa gitu, bersatu lagi!) hahaha no respon on it! Dan imbasnya sampai saat ini masih terasa, walau sudah berpisah setelah satu kamar di SMA tanpa komunikasi di tambah masa kuliah tetep saja, ketika bertemu, kami berdua akan saling diam, menyapa sekedarnya, bahkan untuk saling mengatakan “ Omar tolong bisa....apa gitu, akupun enggan dan mungkin sebaliknya” ketika sedang bermain ke kampusnya Omar dan menginap di Kostannya aku lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman SMAku yang seperguruan tinggi dengan Omar dan satu kostan.

Kalo sekarang ku flashback kembali, aku hanya bisa tertawa, sebegitu besar sekali “Tango” mengubah persahabatan kami. Bukan tango nya yang kusalahkan lho!, aku masih sangat menyukai tango, dan tetap menjadi favoritku, namun yang ku sesali adalah sikap dan tindakan yang aku lakukan, jika aku memakan tango yang disisihkan Omar mungkin ceritanya akan beda.

Tapi yang terjadi, terjadilah, buat apa disesali, walau akhirnya sampai sekarang aku dan Omar tidak berkomuniksi seperti kelas 2 SMA dulu, memori itu akan tetap melekat, yap selalu teringat, curhatan kami tentang “cewek taksiran” ahhaa, tentang perasaannya, saat malam-malam melihat bintang bersama. Saat kemushalla, olah raga, dan berbagai momen lainnya.

Walau kini sudah berbeda, namun tetap buatku Omar adalah salah satu sahabat yang sangat berarti buatku, walaupun saat kata sangat sulit terucap sekarang, tapi tetap biarlah “Tango” yang menyimpan cerita ku. We still best friend don’t we Omar?!

@kostan tercinta, 5 Februari 2012


Dering handphone membangunkanku dari lamunan siang di hari minggu ini, tepat pukul 14.45 tanggal 5 Februari 2012 di kostanku tercinta. Okey, sms masuk dan ku berfikir, aduh sms dari siapa? Jarkoman apa? Dan gimana mau balasnya kalau sms itu penting untuk dibalas.

Sudah dua hari aku tidak memiliki pulsa, aduh pusing memang kalau yang satu ini telah wafat, haha habis kuota tepatnya. Sms ngak bisa, nepon ngak bisa ( gaya iklan yang lagi ngetren sekarang ) memang sulit ternyata. Kekuatan pulsa sangat menentukana hubungan interpesonlmu dengan orang-orang disekitar. Bakal dibilang sombong lah, ngak perhatian dan segala macamnya. Dan dua hari ini, maaf ya, aku ngak punya pulsaaaaa ha.
Back to the first paragraph, nah sms misterius itu adalah, sms laporan bahwa “ anda telah berhasil melakukan pengisian pulsa...bla bla bla..” tercengang ntah mau ngomong apa, di siang bolong menghampiri sore, telah masuk pulsa di handponeku yang sedang merana ditinggal kekasih (pulsa, red). Dan sekarang handphone itu kembali tersenyum telah mendapatkan kembali kekasihnya yang hilang. Hanya perumpamaan, gw juga senang banget kale, dapet pulsa, gratis lagi.

Nah yang menjadi misteri bagi gw, who is the hero? Helper? Ya, gw ngak tahu, tapi yang pasti to the hero, makasi banyak, thanks so much, dengan kebaikanmu handphoneku kembali bisa bernafas lega, setelah sekarat selama 2 hari ini, tambahan darah yang sangat ampuh. Ibarat manusia yang sedang membutuhkan darah, stock di rumah sakit habis dan butuh donor, maka stock itu adalah kantong saku ku yang sedang sekarat sehingga ngak punya uang buat beli pulsa, hahah maklum awal bulan, belum dapet kiriman, dan kau donor nya yang dengan sukarela memberikan darahnya yaitu pulsa.

Misterius, siapakah orangnya. Mudahan kau mendapatkan hal yang lebih dari yang kau berikan, allah akan membalasnya, hanya doa dan rasa terima kasih yang bisa ku ucapkan. Pulsa misterius di hari minggu, ^_^